4 Juli 2011

PENGANTAR KESEHATAN MASYARAKAT

PENGANTAR KESEHATAN MASYARAKAT
Ragil Setiyabudi, SKM
1. Sejarah Kesehatan Masyarakat (Notoatmodjo, 2003)
Berbicara kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh metologi Yunani yaitu Asclepius dan Higeia. Berdasarkan cerita Mitos Yunani tersebut Asclepius disebutkan sebagai seorang dokter pertama yang tampan dan pandai meskipun tidak disebutkan sekolah atau pendidikan apa yang telah ditempuhnya, tetapi diceritakan bahwa ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan bedah berdasarkan prosedur-prosedur tertentu dengan baik.
Hegeia, seorang asistenya yang juga istrinya juga telah melakukan upaya kesehatan. Bedanya antara Asclepius dengan Higeia dalam pendekatan/penanganan masalah kesehatan adalah ;
a. Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit), setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang.
b. Higeia mengajarkan kepada pengikutnya dalam pendekatan masalah kesehatan melalui “hidup seimbang”, seperti mengindari makanan/minuman yang beracun, makan makanan yang bergizi (baik) cukup istirahat dan melakukan olahraga. Apabila orang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, anatara lain lebih baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik, daripada dengan pengobatan/pembedahan.
Dari cerita dua tokoh di atas, berkembanglah 2 aliran/pendekatan dalam menangani masalah kesehatan. Kelompok pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit), yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif/pengobatan. Kelompok ini pada umumnya terdiri terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi-praktisi lain yang melakukan pengobatan fisik, mental maupun sosial. Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya pendekatan Higeia, cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadi penyakit. Ke dalam kelompok ini termasuk para petugas kesehatan masyarakat lulusan-lulusan sekolah/institusi kesehatan masyarakat dari berbagai jenjang.
Dalam perkembangan selanjutnya, seolah-olah terjadi dikotomi antara kelompok kedua profesi, yaitu pelayanan kesehatan kuratif (curative health care), dan pelayanan pencegahan/preventif (preventive health care). Kedua kelompok ini dapat dilihat perbedaan pendekatan :
a. Pendekatan kuratif :
1) Dilakukan terhadap sasaran secara individual.
2) Cenderung bersifat reaktif (menunggu masalah datang, misal dokter menunggu pasien datang di Puskesmas/tempat praktek).
3) Melihat dan menangani klien/pasien lebih kepada sistem biologis manusia/pasien hanya dilihat secara parsial (padahal manusia terdiri dari bio-psiko-sosial yang terlihat antara aspek satu dengan lainnya.
b. Pendekatan preventif,
1) Sasaran/pasien adalah masyarakat (bukan perorangan).
2) Menggunakan pendekatan proaktif, artinya tidak menunggu masalah datang, tetapi mencari masalah. Petugas turun di lapangan/masyarakat mencari dan mengidentifikasi masalah dan melakukan tindakan.
3) Melihat klien sebagai makhluk yang utuh, dengan pendekatan holistik. Terjadiya penyakit tidak semata karena terganggunya sistem biologis tapi aspek bio-psiko-sosial.
2. Pengertian Kesehatan Masyarakat (Notoatmodjo, 2003)
Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat “ untuk :
    1. Perbaikan sanitasi lingkungan
    2. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
    3. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
    4. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
    5. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.
Menurut Ikatan Dokter Amerika (1948) Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat.
Dari batasan kedua di atas, dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan sanitasi, teknik sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu sosial, dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat.
3. Ruang Lingkup Kesehatan Masyarakat (Notoatmodjo, 2003)
Disiplin ilmu yang mendasari ilmu kesehatan masyarakat antara lain, mencakup :
a. Ilmu biologi
b. Ilmu kedokteran
c. Ilmu kimia
d. Fisika
e. Ilmu Lingkungan
f. Sosiologi
g. Antropologi (ilmu yang mempelajari budaya pada masyarakat)
h. Psikologi
i. Ilmu pendidikan
Oleh karena itu ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multidisiplin.
Secara garis besar, disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat, atau sering disebut sebagai pilar utama Ilmu Kesehatan Masyarakat ini antara lain sbb :
1. Epidemiologi.
2. Biostatistik/Statistik Kesehatan.
3. Kesehatan Lingkungan.
4. Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
5. Administrasi Kesehatan Masyarakat.
6. Gizi Masyarakat.
7. Kesehatan Kerja.
4. Upaya-upaya Kesehatan Masyarakat (Notoatmodjo, 2003)
Masalah Kesehatan Masyarakat adalah multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat.
Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai seni atau penerapan ilmu kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut :
a. Pemberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular.
b. Perbaikan sanitasi lingkungan
c. Perbaikan lingkungan pemukiman
d. Pemberantasan Vektor
e. Pendidikan (penyuluhan) kesehatan masyarakat
f. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
g. Pembinaan gizi masyarakat
h. Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum
i. Pengawasan Obat dan Minuman
j. Pembinaan Peran Serta Masyarakat
5. Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia (Notoatmodjo, 2003)
Abad Ke-16
Pemerintahan Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat.
Tahun 1807
Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu, tetapi tidak berlangsung lama, karena langkanya tenaga pelatih.
Tahun 1888
Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung, yang kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan sanitasi.
Tahun 1925
Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas, karena tingginya angka kematian dan kesakitan.
Tahun 1927
STOVIA (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia
Tahun 1930
Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan
Tahun 1935
Dilakukan program pemberantasan pes, karena terjadi epidemi, dengan penyemprotan DDT dan vaksinasi massal.
Tahun 1951
Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr.Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah-Leimena), yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat, aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas.
Tahun 1952
Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan
Tahun 1956
Dr.Y.Sulianti mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan, sebuah model keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis.
Tahun 1967
Seminar membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C.
Tahun 1968
Rapat Kerja Kesehatan Nasional, dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu, yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan di kotamadya/kabupaten.
Tahun 1969
Sistem Puskesmas disepakati 2 saja, yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Pada tahun 1969-1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Propinsi.
Tahun 1979
Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B, hanya ada satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang dokter dengan stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik, rata-rata dan standard). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini (LokMin) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim.
Tahun 1984
Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi, Penaggulangan Diare, Immunisasi)
awal tahun 1990-an
Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat, selain memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Kepustakaan
Notoatmodjo, Soekidjo.2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat ; Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta : Rineka Cipta.
Depkes, 2005. Dr. J. Leimena, Peletak Konsep Dasar Pelayanan Kesehatan Primer (Puskesmas),http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=1099&Itemid=2 diakses tanggal 5 Agustus 2005

2 Juli 2011

PETE SIBAU DENGAN SEGUDANG MANFAAT

Kalau bisa di bilang pete adalah salah satu makanan favoritku walau rasanya biasa aja dan baunya yang begitu menyengat setelah dimakan, tapi ternyata pete memiliki banyak sekali manfaatnya! isi artikel ini aku dapatkan dari beberapa blog yang aku search di mbah google! setelah membaca semuanya aku dapat menyimpulkan beberapa manfaatnya, mau tau lebih lanjut BACA TERUS ARTIKEL INI..
Tapi sebelum kita mengetahui beberapa manfaat pete kita mesti tau dulu apa aja sih yang terkandung dalam pete, ternyata pete mengadung gula alami yaitu sukrosa,fruktosa dan glukosa, nah 3 gula alami ini yang menghasilkan energi pada tubuh kita. Riset membuktikan makan pete 2 porsi bisa memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas berat selama 90 menit! wow subahanaallah kandugan pete yang sering diremehkan seseorang karena baunya ternyata kandungannya luar biasa sekali buat tubuh kita,itu baru sebagian kecil dari manfaat dan kandungan pete, saya akan memaparkan lebih lengkap lagi manfaat pete.

Depresi

Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi , banyak orang merasa lebih baik setelah makan pete. Hal ini terjadi karena pete mengandung tryptophan , sejenis protein yang diubah tubuh menjadi serotonin. Inilah yang akan membuat relax , memperbaiki mood dan secara umum membuat seseorang lebih bahagia.

PMS (premenstrual syndrome)-

Jika mengalami PMS saat ‘ tamu ‘ datang , kamu ga perlu minum pil ini ataupun itu , cukup atasi dengan makan pete. Vitamin B6 yang dikandung pete mengatur kadar gula darah , yang dapat membantu mood.

Anemia

Dengan kandungan zat besi yang tinggi , pete dapat menstimulasi produksi sel darah merah dan membantu apabila terjadi anemia.

Tekan an darah tinggi

Buah tropis unik ini sangat tinggi kalium , tetapi rendah garam , sehingga sangat sempurna untuk memerangi tekanan darah. Begitu tingginya , sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan pete untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Petaikupasjg

Kemampuan otak

200 siswa di Twickenham (Middlesex) tertolong dengan mudah melalui ujian pada tahun ini karena memakan pete pada saat sarapan , istirahat , dan makan siang. Riset telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu belajar dengan membantu siswa semakin waspada.

Sembelit

Karena kandungan serat yang tinggi , maka pete akan
mempermudah menormalkan kembali aksi pencernaan ,
membantu mengatasi permasalahan ini tanpa harus
kembali ke laksativ..
-Obat mabuk-
Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan
“penyakit” mabuk adalah milkshake pete , yang
dimaniskan dengan madu. Pete akan membantu menenangkan
perut dan dengan bantuan madu akan meningka tk an kadar
gula darah yang jatuh , sedangkan susu akan menenangkan
dan kembali memperbaiki kadar cairan dalam tubuh.

Kekenyangan

Pete memiliki efek antasid pada tubuh , sehingga bila
dada anda terasa panas akibat kebanyakan makan ,
cobalah makan pete untuk mengurangi sakitnya.

Mual di pagi hari

Makan pete diantara jam makan akan menolong
mempertahankan kadar gula dan menghindari muntah.

Gigitan nyamuk

Sebelum anda meraih krim gigitan nyamuk , coba untuk
menggosok daerah yang terkena gigitan dengan bagian
dalam kulit pete. Banyak orang berhasil mengatasi rasa
gatal dan bengkak dengan cara ini.

Untuk saraf

Pete mengandung vitamin V dalam jumlah besar , sehingga
akan membantu menenangkan sistem saraf.

Kegemukan

Penelitian di Institute of Psychology Austria
menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan
orang sering meraih makanan yang menenangkan seperti
coklat dan keripik. Dengan melihat kepada 5.000 pasien
di rumah sakit , peneliti menemukan bahwa kebanyakan
orang mejadi gemuk karena tekanan kerja yang tinggi.
Laporan men yimpulkan bahwa , untuk menghindari nafsu
memakan makanan karena panik , kita butuh mengendalikan
kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi
karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan
kadarnya tetap.

Luka lambung

Pete digunakan sebagai makanan untuk merawat
pencernaan karena texturnya yang lembut dan halus.
Buah ini adalah satu-satunya buah mentah yang dapat
dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus
yang parah. Buah ini juga mampu menetralkan asam
lambung dan mengurangi iritasi dengan melapisi
permukaan dalam lambung..

Mengatur suhu tubuh

Banyak budaya lain yang melihat pete sebagai buah
‘ dingin ‘ yang mampu menurunkan suhu tubuh dan emosi
ibu yang menanti kelahiran anaknya. Di Belanda
misalnya , ibu hamil akan makan pete untuk meyakinkan
agar si bayi lahir dengan suhu tidak tinggi.

Seasonal Affective Disorder ( SAD) (penyakit emosional
yang kacau)

Pete dapat membantu penderitas SAD kerena mengandung
pendorong mood alami , tryptophan.

Merokok

Pete dapat menolong orang yang ingin berhenti merokok.
Vitamin B6 dan B12 yang dikandungnya , bersama dengan
kalium dan magnesium , membantu tubuh cepat sembuh dari
efek penghentian nikotin

Stress

Kalium adalah mineral penting , yang membantu untuk
menormalkan detak jantung , mengirim oksigen ke otak
dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita
stress , kecepatan metabolisme kita akan meningkat ,
sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh. Hal
ini dapat diseimbangkan lagi dengan bantuan makan
petai yang tinggi kalium.

Stroke

Menurut riset dalam “The New England Journal of
Medicine , ” makan pete sebagai bagian dari makanan
sehari-hari akan menurunkan r esiko kematian karena
stroke sampai 40%..

Caplak

Mereka yang suka berpaling pada pengobatan alami akan
berani bersumpah , jika kamu ingin mematikan caplak ,
maka ambil sepotong pete , dan letakkan di caplak itu.
Tetap pertahankan pete itu dengan menggunakan pl ester !
Lalu…setelah membaca semuanya , kamu pasti jadi percaya
bahwa pete adalah obat alami untuk berbagai macam
penyakit. Jika dibandingin ma apel , pete memiliki
protein 4 kali lebih banyak , karbohidrat dua kali
lebih banyak , tiga kali lipat fosfor , lima kali lipat
Vitamin A dan zat besi , dan dua kali lipat jumlah
vitamin dan mineral lainnya.

30 Juni 2011

Mengenal Lulur Sebagai Perawatan Tradisional Indonesia

Meski sederhana namun semua orang tahu bahwa perawatan tradisional Indonesia sudah sangat modern. Sebut saja lulur, yang sama dengan body scrub. Perawatan tubuh tersebut bermanfaat mengangkat sel-sel kulit mati dan kasar agar berganti dengan sel kulit baru.

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda, untuk itu kebutuhan nutrisnya pun pasti berbeda. Lulur tradisional diolah dari berbagai jenis bahan alami, yang bisa diambil dari rempah, buah, dan sayur. Masing-masing bahan memiliki manfaat masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Lulur atau luluran digunakan dengan cara mengoleskan bahan lulur pada tubuh, mulai dari ujung kaki sampai bagian tubuh lainnya. Biasanya lulur dibiarkan setengah mengering, lalu gosok dengan telapak tangan sampai lulur berjatuhan. Lulur dipercaya dapat membersihkan kotoran yang melekat pada tubuh, mengangkat sel-sel kulit mati dan membuka pori-pori sehingga kulit bisa bernapas.

Biasanya setelah pemakaian lulur, kulit akan terasa lebih lembut dan bersih karena lapisan atas kulit yang mati terangkat oleh lulur. Berminat melakukan perawatan lulur tradisional dirumah? Jika iya, Anda bisa mencobanya di waktu senggang. Kenali manfaat dan cara penggunaannya.

Lulur kuning Jawa
Mengandung bahan dasar pandan wangi, sari tepung beras, kunyit, dan temu giring yang fungsinya untuk mendinginkan kulit sehingga tampak kuning langsat, bersih, dan halus. Cara penggunaan lulur ini adalah : campurkan 100 gram bubuk lulur dengan 75 ml air mawar hingga diperoleh campuran yang pekat. Oleskan minyak cendana pada bagian tubuh yang akan dilulur, lalu gosokkan lulur yang sudah dicampur air sari mawar tadi. Gosok dengan gerakan memutar dan tekan dorong agar proses pengangkatan sel-sel kulit mati berjatuhan bersamaan dengan sisa lulur.

Lulur bengkoang
Terbuat dari ekstrak buah bengkoang yang memiliki komposisi mineral sebagai zat pembersih yang sempurna untuk kulit kusam, serta dapat mencerahkan kulit secara alami. Alhasil kulit akan nampak begitu bersih, cerah, dan segar. Konon, lulur ini sudah dari dulu dilakukan oleh para puteri keraton Jawa.
Manfaat lulur ini adalah mengangkat kulit mati, menghilangkan bau badan, memberi nutrisi pada kulit, memperbaiki sirkulasi O2 dan peredaran darah, mencerahkan warna kulit, serta menjaga kelembaban kulit agar tidak keriput.


Lulur cokelat
Cokelat kaya akan lemak dan berkhasiat untuk mengangkat kulit mati, kotoran, dan debu. Tidak hanya itu, lemak cokelat juga bisa mengharumkan badan, memberi nutrisi kulit, memperbaiki sirkulasi oksigen, dan peredaran darah tepi. Bahan cokelat yang kaya antioksidan juga menjaga kelembaban kulit, sehingga cocok untuk kulit yang kering akibat air conditioner (AC).

Lulur Greentea / teh
Bahan-bahannya adalah teh berkualitas, bisa teh hijau atau teh hitam, serta beras putih. Gunanya untuk mengangkat kulit mati, kotoran, dan debu. Lulur ini juga memberikan nutrisi pada kulit, mencegah kulit keriput, mencegah jerawat, serta menghilangkan selulit. Kadar antioksidannya yang tinggi, membuat kulit bisa dengan alami menghilangkan bekas jerawat, noda-noda hitam, bahkan mencegah kanker kulit.

Lulur kopi
Biasanya bahan yang digunakan adalah kopi Bali asli, beras merah, ketan hitam, dan beras putih. Fungsinya untuk mengangkat kulit mati, kotoran, debu, memperbaiki sirkulasi oksigen dan peredaran darah. Lulur ini dapat menghilangkan rasa lelah serta meratakan tampilan selulit pada permukaan kulit.


Lulur stroberi
Ekstrak stroberi yang mengandung asam salisat, silika, serta vitamin B, C, E, dan K, berfungsi sebagai bahan eksfoliasi agar kulit tetap lembut, lembab, serta kencang. Kita bisa membuatnya sendiri di rumah dengan cara menumbuk beberapa buah stroberi yang telah dipisahkan dari tangkai dan daunnya. Untuk memberikan efek lembab tambahan, berikan cairan susu segar secukupnya sehingga kulit menjadi lebih kenyal.